Senin, 05 Januari 2015

Ulurkan Tangan Kita

Tim DKP Siwil Jateng
Tanggis kehilangan sanak saudara dan harta benda sungguh di rasakan mendalam oleh warga Dusun Jemblung desa Sampang Karangkobar-Banjarnegara.
tepatnya hari Jumaat,Tanggal 12 desember 2014 kemarin,Rumah-rumah mereka rata dengan tanah dan merekapun terkubur bersama sama,tidak ada yang bisa di selamatkan lagi.
puluhan kendaraan bermotor baik roda dua maupaun roda empat juga tak kuasa menahan dhasyatnya terjangan longsoran pada sore itu,hewan peliharaan seperti kambing,sapi dan yang lainya juga ikut hanyut terkubur bersama ratusan kubik matrial longsor.
longsor dusun Jemblung mengingatkan kita ketika 8th lalu dusun Gunung Raja,banjarmangu juga di terjang longsor meluluh lantakan kampung halaman mereka.
Banjarnegara bagian Utara memang daerah pegunungan dengan kontur tanah yang labil,mata pencaharian warganya  sebagian besar adalah petani/pekebun.

Hawa yang sejuk khas daerah pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang kebetulan lewat jalan Banjarnegara karangkobar-pekalongan yang membelah dusun Jemblung yang kemarin tertutup matrial longsor.
namun kini tak ada lagi Dusun jemblung yang sejuk dan damai,mereka yang masih hidup sekitar 30 jiwa harus meninggalkan kampung halaman mereka yang sudah rata dengan tanah.

DKP Siwil Jateng pengiriman logistik di Pos PMI
Peran serta kita untuk membatu mereka yang sedang kesusahan sangatlah di harapkan agar mereka bisa mempunyai rumah tinggal lagi dan membangun kehidupan yang normal lagi.
beberapa bahan pokok seperti beras,minyak lauk pauk,bumbu dapur,sabun,selimut,dan makanan untuk bayi serta kebutuhan anak dan wanita seperti pampes,souftex dan pakaian dalam wanita sumbangan dari donatur kemarin sudah di distribusikan baik lewat pos PMI,YEU maupun langsung ke kamp pengungsi di desa Ambal,Karangkobar,Binangun,Sampang.



GKI Banjarnegara dan DKP Siwil Jateng bersama-sama turut ambil bagian meringankan beban mereka yang sedang terkena musibah ini baik yang terkena langsung maupun yang terkena dampak dari longsor Jemblung.
Tim DKP bersama Tim Emanuel
kita juga mengucapkan banyak terimaksaih kepada para relawan yang datang dari GKI Temanggung,GKJ Klaten,DKP Klasis Purwokerto,GKJ Gombong dan masih Banyak lagi yang tidak kami sebutkan satupersatu.
kita tidak berharap ketemu lagi di lokasi bencana tapi kita harus ketemu bila terjadi lagi bencana,karena mereka membutuhkan kita.

Kegiatan Rangkaian Natal 2014

Pos Pembagian Sembako Gratis.
Selamat Natal 2014 dan Tahun Baru 2015,di sela sela kesibukan kita GKI Banjarnegara telah usai melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan Natal dan Tahun Baru.
kita bersyukur semua boleh berjalan dengan lancar,kita juga bersyukur karena semua boleh terlibat di kegiatan ini bersama bahu membahu.
ada beberapa kegiatan di luar Ibadah selama sebelum Natal dan Tahun Baru kemarin,di antaranya,Chrismascaroll,Bakti sosial,dan pemutaran Film.

Adapun kegiatan Ibadah,seperti Malam Natal,dan Natal yang juga di layani baptis Anak,dan sidi yang di ikuti beberapa balita dan Remaja.
perayan natal kali ini kita laksanakan dengan sederhana,karena saudara-saudara kita lagi terkena musibah,yaitu longsor dusun Jemblung -Karang kobar,dan kita turut prihatin dan turut berduka semogga mereka yang masih hidup di berikan ketabahan.

Senyum Mereka bagian dari tujuan kita
Mereka yang tergabung di pemuda membatu PHBG melayani warga di sekitar Gereja untuk mendapatkan paket sembako.

Minggu, 19 Februari 2012

"Cinta"di pinggir kali Serayu



Rabu sore jam 16.00wib bersama Jemaat Dewasa Muda dan Remaja langsung meluncur ke Singomerto,bertempat di salah satu Cafe di pinggir Kali Serayu yang sejuk dan teduh kami langsung menuju ke sana.
disana sudah menunggu teman teman yang lain,sambil memepersiapkan kudapan khas wong mbanjar seperti Mendoan,Tabul,Getuk Goreng plus teh hangat menemani coffebreak sebelum acara benar-benar di mulai.

Angin spoi kali Serayu dan matahari sore sudah hampir temaram di kejauhan.
sore hari ini kita benar benar Rileks sambil di pandu mba EV kita senam poco poco dulu sebelum ke acara inti.

Puas berpoco poco sekarang giliran berdiskusi bareng Pdt.Guntur,pokoknya kalau sudah ngomongin seluk beluk cinta kita kita ini di jamin gak bakalan ngatuk.
kebetulan hari ini bertepatan juga dengan hari kasih sayang,di mana kita harus mengasihi sesama kita tanpa batas waktu dan usia.

Hari sdh malam kita semua bersiap siap pulang kerumah kita masing masing namaun sebelum kita pulang kita bersama sama menaikan doa sykur kita karena acara sore hari ini berjalan dengan lancar dan hikmat.

Terima kasih Pdt.guntur yang telah meluangkan waktunya hadir bersama sama kita di pinggir kali serayu,dan juga buat teman teman dewasa dan remaja tentunya kita harapkan kehadiran dan kehangatan bersekutu bersama di kesempatan yang lainya.

Rabu, 10 Agustus 2011

RANGKAIAN ACARA HUT GKI BANJARNEGARA KE 41


Mengisi Rangkaian acara dalam rangka HUT GKI Banjarnegara yang ke 41 dan peresmian gedung gereja baru,Komisi Dewasa melalui DEWASA MUDA generation menggelar Bazar bertempat di halaman parkir gereja,selama tiga hari mulai dari hari Minggu 21-Agustus 2011 sampai dengan Hari Rabu 23-Agustus 2011.
kebetulan bulan Agustus selain hari kemerdekaa RI juga hari jadi Kota Banjarnegara,di harapkan target pengunjung terlampoi.

Selain Bur-Bur Fashion sebagai stand terfaforit tahun lalu Bazar tahun ini di dukung juga dari Telkomsel,Xl,Shinta Motor,Erlangga.Panitia sudah menghubungi produsen Teh di kantor perwakilan purwokerto untuk bisa berpartisipasi di acara ini.untuk paket sembako murah panitia telah di bantu para donatur dengan menyumbangkan,Gula,Beras,Minyak Goreng,dll.
Panitia juga masih menerima sumbangan berupa beras,Gula,Minyak Goreng Maupun Pakaian Brsih Pantas pakai.

Warga sekitar Gereja sebagai sasaran utama untuk paket Sembako murah selain belanja kebutuhan rumah tangga yang lainya.
mudah mudahan dengan adanya Bazar semangat kemerdekaan bermanfaat bagi semua warga Gereja dan di sekitar gereja.

Senin, 30 Mei 2011

MENAKAR DAN MENGUKUR

Seorang tua sedang merenung. "Dulu saya lahir dari keluarga
miskin. Ketika melihat orang kaya, saya bertanya-tanya mengapa
mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa
depan, bahkan tak jarang malah memandang rendah? Namun, ketika
kemudian saya menjadi kaya setelah bekerja keras, saya merasa orang
miskin itu malas, tak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, dan
tak pernah berterima kasih?" Pak tua itu menggeleng-geleng menyadari
kontradiksi di hati dan perasaannya. Mengapa begini?



Tak jarang dalam hidup ini, kita memiliki standar ganda dalam
"menakar dan mengukur". Kita kerap menilai orang lain dari "takaran"
atau pandangan subjektif kita, dan tak mampu memahami orang lain
dari sudut pandang orang itu. Kita kerap menuntut orang lain
bersikap dan berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri
belum tentu melakukan yang sebaliknya. Ketika berbuat salah, kita
tak ingin dihakimi. Sebaliknya, ingin dimaafkan dan dibantu keluar
dari kesalahan. Ketika membeli, kita menginginkan barang yang
berkualitas dengan harga bagus, dan akan sangat marah jika
dibohongi. Ketika susah, kita ingin orang lain menolong.



Apabila kita rindu tidak dihakimi, biarlah kita jangan menghakimi.
Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, biarlah kita jangan
menghukum, tetapi mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab
ukuran yang kita pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada kita.
Perhatikan ayat 38 "berilah": pengampunan, maaf, kesabaran,
kebaikan, pengertian, dukungan, kekuatan, kesempatan, pertolongan.
"... dan kamu akan diberi, " demikian sabda Kristus. Mau bukti? Coba
terapkan janji Tuhan ini --SST

JALANI HIDUP SEBAGAIMANA KITA HARAP ORANG LAIN JALANI
MAKA ITU PULALAH YANG AKAN KITA DAPATI

sumber:Yayasan Gloria

Rabu, 25 Mei 2011

DI ANGGAP BAIK

Penelitian selama 25 tahun di Universitas Tel Aviv mendapati bahwa
kinerja seseorang sangat dipengaruhi oleh pengharapan orang lain
atas kinerjanya. Dalam satu percobaan, manajer sebuah kantor cabang
bank dibagi dua. Kelompok A diberi tahu bahwa karyawan mereka luar
biasa; kelompok B tidak diberi tahu apa-apa tentang potensi karyawan
mereka. Sebenarnya potensi kedua kelompok karyawan itu sama.
Nyatanya, manajer kelompok A membuahkan hasil yang lebih bagus, baik
dari laba maupun kesuksesan ekonomis secara menyeluruh. Hal serupa
ditemukan juga di sekolah, kalangan militer, dan berbagai badan
sosial lain.



Pengharapan yang baik mengandung daya ubah yang luar biasa. Prinsip
itu bersumber dari Allah sendiri, seperti yang dapat kita pelajari
ketika Dia "mengubah" bangsa Israel yang dibuang ke Babel. Pertama,
Dia "menganggap" mereka seperti buah ara yang bagus (ayat 5). Mereka
tidak baik, tetapi Dia menganggap mereka baik dan memperlakukan
mereka dengan baik (bandingkan dengan Roma 4:5). Sesudah itu, Dia
"memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku" (ayat 7). Dia
mengubahkan hati mereka sehingga mereka menjadi umat Allah yang
sungguh-sungguh. Bukankah itu anugerah pembenaran dan kelahiran
kembali?



Lalu, bagaimana menerapkannya secara horisontal? Kita ingin anak,
murid, karyawan, dan tetangga kita semua baik, tetapi bisa jadi
mereka menjengkelkan. Maukah kita lebih dulu mengasihi mereka,
mengharapkan yang terbaik dari mereka (1 Korintus 13:5), menganggap
mereka baik, dan memperlakukan mereka dengan baik? --ARS

HAL-HAL YANG TIDAK INDAH PERLU DIKASIHI SUNGGUH-SUNGGUH
SEBELUM BERUBAH INDAH DAN MENAWAN HATI-G.K. CHESTERTON


*sumber Yayasan Gloria

Kamis, 19 Mei 2011

BAGI KEPENTINGAN TUHAN

Nick Vujicic, dilahirkan dengan cacat langka yang disebut
tetra-amelia. Ia tak punya lengan mulai dari bahu, dan hanya
memiliki satu kaki kecil dengan dua jari yang tumbuh dari paha
kirinya. Di luar kekurangan itu, Vujicic sangat sehat. Namun, ketika
sudah bersekolah, tak urung ke-kurangan fisiknya menjadi pusat
olokan. Ia sampai memohon agar Tuhan menumbuhkan tangan dan kakinya.
Namun, kondisi tak berubah. Ia pun depresi. Pada usia 8 tahun, ia
pernah mencoba bunuh diri.



Pada waktu Tuhan yang tepat, ia dimampukan untuk memandang hidupnya
secara baru: dalam kondisinya itu, Tuhan justru dapat memakainya
menjadi inspirasi bagi banyak orang. Maka, ia menyerahkan hidup
untuk melayani Tuhan di banyak negara. "Jika saya dapat memercayai
Tuhan dalam keadaan saya, Anda pun dapat memercayai Tuhan dalam
keadaan Anda, " simpulnya. Tuhan pun memampukannya meraih banyak
pencapaian-bahkan dalam beberapa hal ia lebih baik daripada orang
normal.



Vujicic memercayai rencana Tuhan yang baik baginya. Bahwa hidup
bukan demi kepentingannya pribadi, melainkan kepentingan Tuhan. Apa
pun kondisinya, ia dapat melayani Tuhan dengan cara dan kesempatan
terbaik yang ia miliki. Pekerjaan Allah pun dinyatakan di dalam dia.
Seperti yang Tuhan kerjakan dalam hidup Bartimeus yang buta sejak
lahir. Tuhan dimuliakan lewat hidupnya. Kini giliran kita. Tujuan
hidup kita pun bukan demi kenyamanan atau kesuksesan pribadi kita.
Akan tetapi, untuk kemuliaan-Nya. Pandanglah hidup secara demikian.
Maka, tak ada hidup yang tak berguna. Sebaliknya, setiap hidup dapat
menjadi alat berharga bagi kemuliaan-Nya yang kekal --AW

SETIAP HIDUP PASTI BERGUNA
BILA DIBERIKAN MENJADI TEMPAT TUHAN BERKARYA



sumber:yayasan Gloria

Sabtu, 30 April 2011

BAYANG-BAYANG GELAP

Bacaan : Hosea 1:2-9
Setahun: 1 Tawarikh 9-11
Nats: ... maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam
menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang
(Mazmur 139:12)



Pemuda itu sedih akibat perlakuan teman-teman di gereja. Mereka
menjauhinya karena tahu ayahnya berselingkuh. Ibunya mengajukan
cerai. Semua orang memperbincangkan isu itu. Lalu mempersoalkan
keaktifannya di kepengurusan pemuda. Ia menemui pendeta,
menyampaikan kesedihan sekaligus kebimbangannya. Ia bertanya,
"Apakah saya tidak layak lagi melayani karena keluarga saya
berantakan?" Pemuda ini tidak sendirian. Banyak orang tidak yakin
pada dirinya akibat bayang-bayang gelap keluarganya.



Alkitab menyingkapkan dengan jujur kehidupan Hosea. Gomer, perempuan
yang dinikahinya, tidak setia. Dari tiga anak yang dilahirkannya,
hanya si sulung yang membawa benih Hosea. Dari nama-nama mereka,
tercermin bahwa kedua anak berikutnya bukan keturunan nabi itu (ayat
6 dan 9). Hosea harus menelan kenyataan pahit memiliki anak-anak
dari buah perzinahan istrinya. Namun, dengan cara-Nya, Tuhan memakai
situasi kelam itu sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel kepada-Nya.
Sekaligus, kesetiaan Hosea melukiskan kasih dan kesetiaan Tuhan
sendiri. Artinya, dalam segala keburukan kondisi keluarganya, Tuhan
tetap memakai Hosea.



Dalam kenyataan, banyak keluarga berantakan karena ada anggota
keluarga yang "tidak berjalan di relnya". Suami yang masuk penjara.
Istri yang berselingkuh. Ayah yang pemabuk. Anak yang terjerat
narkoba. Akibatnya, anggota keluarganya harus menelan kenyataan
pahit. Namun, apa mereka tidak layak diberi peran karenanya? Apakah
adil jika mereka ikut "dihukum"? Syukurlah, Tuhan tidak terhalang
memakai hamba-Nya walau ada latar belakang keluarga yang hitam.
Kalau Tuhan saja tidak, mestinya kita juga tidak --PAD

TIDAK ADA KEGELAPAN
YANG DAPAT MENGHALANGI TERANG TUHAN BERSINAR


Hosea 1:2-9

2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea,
berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang
perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena
negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN."
3 Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu
mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak
laki-laki.
4 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Yizreel
kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan
menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan
mengakhiri pemerintahan kaum Israel.
5 Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di
lembah Yizreel."
6 Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak
perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama
Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi
kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.
7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka
demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan
dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda
dan orang-orang berkuda."
8 Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan
melahirkan seorang anak laki-laki.
9 Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu,
sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."


Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Jumat, 29 April 2011

PANTASKAH

Bacaan : Amsal 31:1-9
Setahun: 1 Tawarikh 3-5
Nats: Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja
meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman
keras (Amsal 31:4)


Sari berang. Istri pendeta tadi menegurnya di gereja, karena ia
mengenakan kaus dan rok mini ketika mengikuti ibadah Minggu. "Kita
perlu berpakaian pantas saat beribadah, " kata istri sang pendeta.
Di dalam hati Sari mengumpat, "Apanya yang tidak pantas? Tidak
bolehkah aku mengikuti perkembangan mode? Apakah menurut Alkitab,
memakai rok mini itu dosa?"



Pantas artinya cocok, sesuai, patut, atau layak. Berbicara soal
kepantasan tidak selalu berkaitan dengan dosa. Ini menyangkut hikmat
dalam membawa diri, sesuai dengan status dan lingkungan. Di Israel,
misalnya, tidak ada larangan bagi raja untuk meminum anggur. Rakyat
jelata pun biasa minum anggur sampai mabuk guna melupakan sejenak
susahnya hidup (ayat 6, 7). Dalam pesta perjamuan raja, minum anggur
adalah hal biasa. Namun, Lemuel dinasihati ibunya untuk tidak
meminum anggur. "Tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, "
katanya. Mengapa? Minuman keras bisa memabukkan. Jika seorang kepala
negara mabuk, ia tidak dapat memutuskan perkara dengan benar dan
adil. Akibatnya, rakyat bisa menjadi korban ketidakadilan dan
penindasan!



Bicara soal kepantasan bukan melulu mempersoalkan benar salahnya
suatu tindakan. Ada hal yang tidak salah, tetapi tidak pantas
dilakukan oleh seorang dengan status atau jabatan tertentu. Orang
bisa tersandung jika melakukannya. Setiap kita berstatus "orang
kristiani". Sebagian lagi bahkan pemimpin kristiani.
Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri: Sudahkah saya bersikap,
berperilaku, berbicara dan berpenampilan pantas, sesuai status yang
saya sandang? --JTI

HANYA ANAK KECIL YANG SELALU BERTANYA "BOLEH ATAU TIDAK"
SEORANG DEWASA PERLU BERTANYA "PANTAS ATAU TIDAK"



Amsal 31:1-9

1 Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya
kepadanya.
2 Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku?
3 Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada
perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja.
4 Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja
meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman
keras,
5 jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah
ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas.
6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan
anggur itu kepada yang susah hati.
7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi
mengingat kesusahannya.
8 Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang
yang merana.
9 Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah
kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.


Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(c) oleh Yayasan Gloria

Jumat, 18 Maret 2011

Sejarah GKI Banjarnegara


Pekabaran Injil di tengah masyarakat Tionghoa Banjarnegara berawal ketika Bpk. Tjioe Thiam Ik kembali dari Bandung pada tahun 1942. Beliau mengumpulkan keluarga-keluarga Kristen yang ada di Banjarnegara dan di pengungsian untuk beribadah di rumah keluarga Sie King Hoen. Kebaktian ini dihadiri oleh sekitar 20 orang dari keluarga Liem Pek Soen, Go Ing Liem, Oei Siang Bo, Tjioe Thiam Ik, Sie King Hoen, dan lain-lain dengan pengkotbahnya bergantian. Pada tahun 1943, Pdt. Paulus Go Eng Tjoe (Paulus Sudirgo) dari Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Purwokerto mengurus perizinan kepada pemerintah Jepang untuk membuka pos pelayanan Injil di Banjarnegara, yang berhasil diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1943. Beliau dibantu oleh Bpk. Koo Bie Liong (ayahanda dari Pdt. Sardius Kuncara), Bpk. Go Hian Sing (Sam Gosana) dan Pdt. Wangsakenanga dari Gereja Kristen Jawa Purwokerto, yang secara teratur melayani pos tersebut. Tuaian pertama terlaksana pada tanggal 9 Juli 1944, ketika ada sekitar 20 orang dibaptis dan mengaku percaya. Karena situasi politik... selengkapnya

Senin, 03 Januari 2011

Selamat Natal & Tahun Baru 2011



Segenap Muda Braga tak lupa mengucapkan selamat Natal dan selamat Tahun Baru 2011,kami mengajak seluruh jemaat maupun simpatisan gki Banjarnegara khususnya yang berjiwa muda berpikir dewasa,untuk bergabung bersama kami bersama-sama melayani Tuhan.

Bila tidak ada halangan kami yang tergabung dalam Woorship Muda Braga akan mempersembahkan perfoma kami di Natal POLRI & TNI di Gedung PB Soedirman Mrican Banjarnegara pada tanggal 5 Januari 2011 jam 14.00 wib.

Mohon dukungan dan Doa dari seluruh Jemaat & Simpatisan GKI Banjarnegara,semoga kami dapat memepersembahkan pekerjaan Tuhan di dalam Natal POLRI & TNI.
POLRES Banjarnegara & KODIM 0704 Banjarnegara sebagai panitia Kami mengucapkan Banyak terima kasih,Tuhan Memberkati kita semua.

Minggu, 26 September 2010

HUT GKI BANJARNEGARA KE 40




Menjadi Gereja Yesus Kristus Yang Tak Tergoncangkan,ini tema dari rangkaian Hari Ulang Tahun Gki Banjarnegara yang ke 40,kemarin tanggal 17 september 2010 di peringati.
kita flashback ke masa lampau perjalanan melayani selama 40 tahun,mungkin bila generasi muda sekarang tidak begitu banyak tahu sejarah GKI Banjarnegara tempo doeloe.
kita tidak akan membahas sejarahnya namun kita tidak melupakan sejarahnya,menyikapi tema dari "Menjadi Gereja Kristus Yang Tak Tergoncangkan".

Dari ujung tempat duduk saya pada malam syukur 40 tahun Gki Banjarnegara,ada beberapa kalimat yang saya dengar,apa itu gereja? greja itu bukan Gedungnya,bukan Loncengya,gereja itu ya jemaat itu sendiri.ketika kita datang ke gereja kita tentu bertemu dengan saudara- saudara kita yang lain,ketika kita bersekutu barsama membangun iman kita bersama,berdoa bersama itulah Gereja.
bagai mana menjadi gereja Kristus Yang tak tergoncangakan,perkembangan gereja atau kristen di dunia melaju pesat,tapi tidak di Indonesia,khususnya di Indonesia Bagian Timur.
Kita punya tanggung jawab kepada generasi selanjutnya atau orang di sekitar kita dengan memberitakan tentang KebenaranNYA,bersama sama menjadikan Gereja yang tak tergoncangakan.

Pdt.Santo dari GKJ Purworejo cukup memberi wedjangan dalam khotbahnya yang juga di selingi joke- joke segar membikin suasana jadi khidmat namun tetap hangat.

Sekumpulan Pemuda yang tergabung dalam OEI BAND menambah semangat para hadirin dalam kebaktian Syukur 40 th Gki Banjarnegara.
Ini adalah puncak dari rangkaian acara,karena sebelumnya kami yang tergabung dalam persekutuan Dewasa Muda menggelar satu acara sosial Bazar Murah untuk ikut meringankan beban saudara- saudara kita yang merayakan Idhul Fitri kemarin,wujud kepedulian kita dengan penuh semangat dan kebersamaan kita hadirkan selalu dalam cinta kasih Tuhan,Amien.....GBU.

Senin, 06 September 2010

MAKLUM "SIBUK" Basar nih





Gara-gara sibuk ngurus bazar,bukan nyalahin basarnya he he....
Ni gambar sampai baru sempet di up,yang jelas super sibuk untuk ngurusin satu hajat yang bernama BAZAR SEPTEMBER CERIA,waktu untuk 4 hari saja kita butuh rapat persiapan beberapa kali.Rapat,rapat,ngumpulin barang-barang dlll..

akhirya waktu bazar sampai juga,kemarin tanggal 2 s.d 5 September 2010 benar-benar udah kita laksanakan dengan sepenuh hati ha ha ha.......

Kamis, 01 Juli 2010

GEREJA SATU JAM SAJA

Sejak Februari 2010, Pendeta Samuel Gunawan membuka gereja baru yang unik. Gereja Satu Jam Saja, nama gereja ini, menyelenggarakan kebaktian rutin setiap Ahad di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Meski baru lima bulan berdiri, menurut Samuel, gereja ini sudah banyak menarik perhatian jemaat dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Buktinya, kebaktian mingguan itu digelar sampai 1o sesi. Sekadar perbandingan, misa atau kebaktian di Surabaya paling banyak empat atau lima sesi.

"Puji Tuhan, banyak jemaat yang tertarik dengan tawaran kami. Rupanya, orang kota yang sibuk sangat cocok dengan konsep kebaktian satu jam saja," ujar Samuel Gunawan yang saya hubungi, Kamis (3/6/2010).

Mengapa disebut 'Satu Jam'? klik di sini untuk berita selengkapnya.

Minggu, 27 Juni 2010

PDM ON The Street

Tanggal 25 Juni 2010 kemarin jadi saksi untuk kesekian kalinya kami Persekutuan Dewasa Muda Gki Banjarnegra mengadakan pertemuan rutin.ada beberapa agenda yang kami bicarakan,antara lain:
1. Arisan
2. Action Bulan agustus
3. Bazzar
kmai sepakat untuk kegiatan pada bulan Agustus yang bertepatan dengan hari puasa bagi saudara-saudara kita yang beragama Muslim,untuk sekedar memudahkan persiapan buka puasa mereka kamai berencana untuk menyediakan menu-menu khas bulan Romadhan bagi umat muslim dengan harga paket murah.
PDM ON THE SREET,kami akan turun ke jalan pada bulan Agustus,sambil menjajakan menu-menu khasa Romadhan.

Tujuan kami dengan adanya kegiatan ini,ingin mengajak seluruh Anggota PDM Gki Banjarnegara untuk belejar berwirausaha bersama dan membangun kerjasama antar anggota,selain bersosialisasi dengan seluruh lapisan masyarakat di wilayah gereja,Banjarnegara pada umumnya.

Kami juga memberi akses untuk Ibu-Ibu komisi dewasa,bila ada yang berminat menitipkan produk makanan khas bulan Romadhan,kami siap untuk memasarkannya,silahkan hubungi kami PDM Gki Banjarnegara atau Hubungi Ibu Katarina Wibisono,Ibu Eva,atau Ibu Fany.

Bagi saudara-saudara kami yang belum bergabung di sini masih kami tunggu kehadiran saudara-saudara untuk bersama sama dengan kami maju bersama membangun keimanan kita sesuai ajaran Yesus Kristus.