Tampilkan postingan dengan label taukah kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taukah kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Sejarah GKI Banjarnegara


Pekabaran Injil di tengah masyarakat Tionghoa Banjarnegara berawal ketika Bpk. Tjioe Thiam Ik kembali dari Bandung pada tahun 1942. Beliau mengumpulkan keluarga-keluarga Kristen yang ada di Banjarnegara dan di pengungsian untuk beribadah di rumah keluarga Sie King Hoen. Kebaktian ini dihadiri oleh sekitar 20 orang dari keluarga Liem Pek Soen, Go Ing Liem, Oei Siang Bo, Tjioe Thiam Ik, Sie King Hoen, dan lain-lain dengan pengkotbahnya bergantian. Pada tahun 1943, Pdt. Paulus Go Eng Tjoe (Paulus Sudirgo) dari Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Purwokerto mengurus perizinan kepada pemerintah Jepang untuk membuka pos pelayanan Injil di Banjarnegara, yang berhasil diresmikan pada tanggal 1 Agustus 1943. Beliau dibantu oleh Bpk. Koo Bie Liong (ayahanda dari Pdt. Sardius Kuncara), Bpk. Go Hian Sing (Sam Gosana) dan Pdt. Wangsakenanga dari Gereja Kristen Jawa Purwokerto, yang secara teratur melayani pos tersebut. Tuaian pertama terlaksana pada tanggal 9 Juli 1944, ketika ada sekitar 20 orang dibaptis dan mengaku percaya. Karena situasi politik... selengkapnya

Kamis, 01 Juli 2010

GEREJA SATU JAM SAJA

Sejak Februari 2010, Pendeta Samuel Gunawan membuka gereja baru yang unik. Gereja Satu Jam Saja, nama gereja ini, menyelenggarakan kebaktian rutin setiap Ahad di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Meski baru lima bulan berdiri, menurut Samuel, gereja ini sudah banyak menarik perhatian jemaat dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Buktinya, kebaktian mingguan itu digelar sampai 1o sesi. Sekadar perbandingan, misa atau kebaktian di Surabaya paling banyak empat atau lima sesi.

"Puji Tuhan, banyak jemaat yang tertarik dengan tawaran kami. Rupanya, orang kota yang sibuk sangat cocok dengan konsep kebaktian satu jam saja," ujar Samuel Gunawan yang saya hubungi, Kamis (3/6/2010).

Mengapa disebut 'Satu Jam'? klik di sini untuk berita selengkapnya.