Rabu, 10 Agustus 2011

RANGKAIAN ACARA HUT GKI BANJARNEGARA KE 41


Mengisi Rangkaian acara dalam rangka HUT GKI Banjarnegara yang ke 41 dan peresmian gedung gereja baru,Komisi Dewasa melalui DEWASA MUDA generation menggelar Bazar bertempat di halaman parkir gereja,selama tiga hari mulai dari hari Minggu 21-Agustus 2011 sampai dengan Hari Rabu 23-Agustus 2011.
kebetulan bulan Agustus selain hari kemerdekaa RI juga hari jadi Kota Banjarnegara,di harapkan target pengunjung terlampoi.

Selain Bur-Bur Fashion sebagai stand terfaforit tahun lalu Bazar tahun ini di dukung juga dari Telkomsel,Xl,Shinta Motor,Erlangga.Panitia sudah menghubungi produsen Teh di kantor perwakilan purwokerto untuk bisa berpartisipasi di acara ini.untuk paket sembako murah panitia telah di bantu para donatur dengan menyumbangkan,Gula,Beras,Minyak Goreng,dll.
Panitia juga masih menerima sumbangan berupa beras,Gula,Minyak Goreng Maupun Pakaian Brsih Pantas pakai.

Warga sekitar Gereja sebagai sasaran utama untuk paket Sembako murah selain belanja kebutuhan rumah tangga yang lainya.
mudah mudahan dengan adanya Bazar semangat kemerdekaan bermanfaat bagi semua warga Gereja dan di sekitar gereja.

Senin, 30 Mei 2011

MENAKAR DAN MENGUKUR

Seorang tua sedang merenung. "Dulu saya lahir dari keluarga
miskin. Ketika melihat orang kaya, saya bertanya-tanya mengapa
mereka egois, tidak mau menolong orang miskin memperbaiki masa
depan, bahkan tak jarang malah memandang rendah? Namun, ketika
kemudian saya menjadi kaya setelah bekerja keras, saya merasa orang
miskin itu malas, tak mau berinisiatif, maunya ditolong, iri, dan
tak pernah berterima kasih?" Pak tua itu menggeleng-geleng menyadari
kontradiksi di hati dan perasaannya. Mengapa begini?



Tak jarang dalam hidup ini, kita memiliki standar ganda dalam
"menakar dan mengukur". Kita kerap menilai orang lain dari "takaran"
atau pandangan subjektif kita, dan tak mampu memahami orang lain
dari sudut pandang orang itu. Kita kerap menuntut orang lain
bersikap dan berbuat seperti yang kita mau, padahal kita sendiri
belum tentu melakukan yang sebaliknya. Ketika berbuat salah, kita
tak ingin dihakimi. Sebaliknya, ingin dimaafkan dan dibantu keluar
dari kesalahan. Ketika membeli, kita menginginkan barang yang
berkualitas dengan harga bagus, dan akan sangat marah jika
dibohongi. Ketika susah, kita ingin orang lain menolong.



Apabila kita rindu tidak dihakimi, biarlah kita jangan menghakimi.
Apabila kita rindu dimaafkan ketika bersalah, biarlah kita jangan
menghukum, tetapi mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Sebab
ukuran yang kita pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepada kita.
Perhatikan ayat 38 "berilah": pengampunan, maaf, kesabaran,
kebaikan, pengertian, dukungan, kekuatan, kesempatan, pertolongan.
"... dan kamu akan diberi, " demikian sabda Kristus. Mau bukti? Coba
terapkan janji Tuhan ini --SST

JALANI HIDUP SEBAGAIMANA KITA HARAP ORANG LAIN JALANI
MAKA ITU PULALAH YANG AKAN KITA DAPATI

sumber:Yayasan Gloria